1


Hanya kata sepatah dua patah, selintas tak perlu ditanggap hati. Sungguhpun tak berarti bukan berarti tak berisi. Penting atau tidak toh terlanjur tertulis,tak salah juga sedikit dinikmati.

..

Purnama Tahun Baru

Kamis, 31 Desember 2009

apakah itu matamu, yang berpijar rindu
diliputi gemawan dan ombak cahaya di angkasa
mengadu riuh kesepianmu dengan
gempita sorak sorai dan jumpalitan kembang api di udara?

kau ada di sana seperti aku tak pernah menyadarinya
seperti aku tak pernah kehilanganmu
terus menempa diri dengan
kelanjutan waktu dan semua kesepian yang
abadi bahkan saat tahun-tahun manusia
mengembun dalam hitungan napas yang tak
tertahankan. duhai!

tergantung di cakrawala waktu yang abadi,
terkunci dalam kekosongan sunyi,
apakah yang membuatmu kelihatan begitu kesepian,
bahkan di tengan semua gelegak cahaya dan rona warna
yang berliukan di udara?

melihatmu tertahan dalam keindahan malam
selalu membuatku bertanya:
"siapa yang kau tunggu tahun ini?"
dinding-dinding bisu yang menemani fajar
yang terus sama tiap hari,
embun-embun beku yang menggoresi
semua hampa hati, atau mungkin
matahari yang tak mungkin kau temui?

ah... melayangkan mataku padamu
senantiasa membuatku sadar
betapa sering sudah kau temani malamku dengan
pilumu, hasrat bekumu yang terpaku selamanya
di samudera angkasa
yang senantiasa mengingatkan aku
pada rinduku yang hanya sanggup
membatu di puisi-puisiku...

selamat tahun baru bulanku, kekasihku selalu...



di komputer rumah yang habis di-upgrade
1 Januari 2010 pagi-pagi buta

0 komentar:

Posting Komentar