1


Hanya kata sepatah dua patah, selintas tak perlu ditanggap hati. Sungguhpun tak berarti bukan berarti tak berisi. Penting atau tidak toh terlanjur tertulis,tak salah juga sedikit dinikmati.

..

Chinese Figure Paintings

Rabu, 24 Februari 2010

Yaa... belakangan, saya sedang tertarik dengan seni dan kebudayaan yang kaya dari negeri China.
Sebagai salah satu wujud kecintaan saya pada kekayaan budaya mereka (yang juga ada di Indonesia) maka saya cari lagi lebih banyak lukisan China bergaya tradisional.











Chinese Landscape Painting

Rabu, 17 Februari 2010

Merayakan Imlek, saya membuat tempat khusus
di blog ini untuk seni dari China. Selamat merayakan Imlek!









Speak to me of God!



I begged almond-tree: "Speak to me of God!"
and the almond-tree showed himself to me in full bloom.

I asked a poor man: "Please, speak to me of God!"
and the poor man gave me his cloak.

I besought my dreams:"Speak to me of God!"
and my dreams come true.

I entreated the house: "Speak to me of God!"
and the door opened welcoming me.

I asked the child: "Speak to me of God!"
and the child smiled at me!

I told the farmer: "Speak to me of God!"
and the farmer showed me his standing crops.

I begged nature: "Speak to me of God!"
and nature decked herself with luscious beauty.

I asked my friend: "Speak to me of God!"
and my friend caressed me warmly.

I asked the nightingale: "Speak to me of God!"
and she filled the air with silvery tunes.

I asked a soldier: "Speak to me of God!"
and in shame, the soldier threw away his weaponry.

I besought a suffering man: "Speak to me of God!"
and I saw in his eyes a quivering tear of accepting joy.

I asked a fountain: "Speak to me of God!"
and the fountain merrily spilled out it crystal water.

I begged my mother: "Please, speak to me of God!"
and she stamped a soothing kiss on my forehead.

I entreated my enemy: "Speak to me of God!"
and he, in forgiveness, stretched out his hand to me.

I asked the voice: "Speak to me of God!"
but the voice could not find words. It remained silent.

At last, I asked the setting sun: "Speak to me of God!"
and the sun, mysteriously, set down and left me in darkness all around.
But next day, at dawn, when I opened the window of my room,
mischievously with his warmth, he kissed on both my cheeks!


Adapted from a poem of Maria Luisa Brey.

Yakuza Tattoo

Jumat, 12 Februari 2010

Seni lukis tubuh kadangkala punya maksud tersendiri. Misalnya tato pada tubuh yakuza (mafia jepang). Tato mereka kebanyakan gambar tradisional yang dikenal sebagai Irezumi dalam bahasa Jepang. Dulunya tatto dipakai untuk keperluan ritual atau status. Lama-lama gambar tatto macam itu jadi identik dengan orang yang melakukan tindak kriminal. Nih contohnya.















Buat Siapapun yang Bertanggung Jawab Akan Pendidikan Bangsa Indonesia

Kamis, 04 Februari 2010

Kami orang muda berbaju putih abu-abu,
topi merah dan celana biru plus tas penuh buku
kacamata minus dan sepatu olah raga penuh debu
mengerang menjerit jauh dari merdu.

Pada kalian yang mengeja kami
jadi robot tanpa gerak maju.
Pada kalian yang hanya bisa diskusi perkara
masa depan bangsa yang bergenang air mata,
kami berseru sampai serak somplak
lidah - gigi - suara kami.

Kalian depak kami pada keputus-asaan,
kekosongan pikiran dan kekalutan yang
kalian anggap mainan.
Kami para pejuang buat hidup yang tanpa belas,
malah kalian lacurkan sekalian
dengan negara yang kalian beraki - kencingi,
kalian serut sampai tak bersisa biar cuma kerut.

Semua yang kami baca kalian kira
hanya lalu lalang angin jalanan.
Sebentar lewat sebentar larut.
Padahal lihat ini,
sekolah kami berburu hidup mati
malah sekarat mau mati, kurang akomodasi.
Kelas kami mengadu hati-jiwa
rontok rongsok tinggal puing tak keruan.
Sama rongsok dengan hatimu
yang makin tua makin tak tahu nurani.

Bukan karena nilai merah kami mengadu.
Bukan karena patah arang kami tersedu.
Tapi karena kamu-kamu di sana
tidak bicara lagi tentang hak-hak kami.
Kamu bicara tentang perkara kuasa yang tiada habis,
tentang panggung sandiwara yang kalian rekayasa
biar naik gengsi tingkat tinggi.

Tiap kali kalian otak-atik
segala tetek bengek birokrasi ujian negara ini
pendidikan kami hilang tanggal seperti gigi,
hanya saja tak tumbuh lagi, malah makin keropos sekali.
Kami cuma bisa terguguk menelungkup wajah
di diktat-diktat lusuh kami, yang entah tahun depan
akan naik berapa lagi harganya.
Belum lagi nilai dan pelajaran kami
yang semakin tahun semakin dizolimi, aduh,
berapa standarnya kali ini?

Guru-guru kami bersakit hati
menyaksikan gugur jatuh usaha anak hatinya,
Gemetar pilu mereka tak bisa membanting setir
kapal yang kamu nahkodai.
Malah mereka kamu sunati tunjangan sanak dan hidupnya.
Kamu copoti bintang jasanya dan sekarang ini
mereka hidup tinggal bertahan dalam puing kejamnya
hidup nestapa ini, juga dalam duka karena
sepinya pedulimu yang berkukuh mati
menjagali hak mereka.

Sekarang kami frustasi kamu sakiti.
Kami hanya bisa tangisi nasib bangsa ini
dan masa depan kami.
Bebal celakamu lah yang
bikin kami terkapar hancur begini.
Kamu boleh lihat dan tunggu dari singgasanamu
yang kamu bangun dengan memainkan keringat kami
dan air mata guru-guru kami.
Suatu saat nanti pedih peri akan membanjiri
bangsa ini, membludak meluap menggulungmu
masuk neraka. Dan di sana nanti kami adili kamu
dengan kertas ulangan kami,
persis seperti yang kamu buat pada kami sekarang ini.


Lab Komputer SWB, 4 Februari 2010
Stress Menjelang UN 2010