1


Hanya kata sepatah dua patah, selintas tak perlu ditanggap hati. Sungguhpun tak berarti bukan berarti tak berisi. Penting atau tidak toh terlanjur tertulis,tak salah juga sedikit dinikmati.

..

Kepada Waktu

Rabu, 09 Desember 2009

dari sepimu lahir puing-puing puisi
yang merahkan kenyataan yang
makin ganas, makin biadab dan kian
perih tiap kali kita berpaling

siapa yang tahan bergesek dengan
gerigi-gerigi asamu?
kau berjalan seperti api,
mendatangkan fajar dan mengujar malam
tanpa jemu dalam perjalanan sunyi yang abadi

tapi, simpan tanyaku malam ini,
kapan tiba hari kau hapus air mata kami?



Ruang Komputer SWB, 9 Desember 2009

0 komentar:

Posting Komentar