1


Hanya kata sepatah dua patah, selintas tak perlu ditanggap hati. Sungguhpun tak berarti bukan berarti tak berisi. Penting atau tidak toh terlanjur tertulis,tak salah juga sedikit dinikmati.

..

Kapiten

Jumat, 28 Januari 2011

Kapiten, lelaki sejati duduk sendiri dinaung sepi
apa entah isi hatinya, menelan masa lalu
meresah apa seakan tersenyum sendiri
mengeluhkan apa pada dinding retak kamarmu

lumpur medan laga beribu di bawah kakimu
musuh macam apa jua berlutut padamu
kakimu tegak berlari menerjang, menjagal
dadamu terpasang bintang-bintang, dan luka-luka peluru
kini menunggu waktu berlalu di jendela kamarmu

ditinggalkan laskar yang kau pimpin
dibuang atasan yang kau abdi
meski bukan karena durhaka

medan laga memujamu
namun dunia tak siap memilikimu
lantaran terlampau perkasa engkau bagi mereka.
dibuang benteng yang kau lindungi
bagaimana rasanya?

semoga kuat hatimu menyaksikan
laskarmu berlari setiap pagi dari jendela.
yang tersisa untukmu, bendera itu
dan sekadar cerita masa lalu

Kapiten, menutup buku catatannya
mengubur semua medalinya dan
mengisi peluru lagi
lalu pergi ke medan laga yang baru
sendiri

Lukisan Wajahmu

terpejam aku membayangkan wajah itu
erat tercekat di dada tapi tetap tak bisa hilang
buailah dalam malam, jadilah inspirasi, sesaat pun tak apa
aku ingin melukismu, wajah tanpa warna itu

pada garis rintik tinta ini, tersenyumlah
jadikan aku berdegup menggores nafasmu
melukis langit yang terpancar di wajahmu,
gugus-gugus bintang pada matamu biru

jangan pergi sebelum pagi
jangan beranjak sebelum kuselesaikan
wajahmu yang mengandung malam ini
yang mengalunkan sinfoni sunyi sepi
yang selalu jauh dari damai hati

setelah kuselesaikan ini, simpanlah
jangan angap ini semacam tanda cinta
tapi bawalah sebagai hadiah menemaniku
malam ini

Sketsa Andes

Selasa, 18 Januari 2011

Saya sudah lama sekali gak pernah ngepost di sini lagi. Saya gak mau ngeles, tapi ya emang ada sebabnya. Antara lain karena sekarang saya jarang dapat ilham untuk menulis dan ngepost gambar. Gak tau juga, tapi memang sekarang isi kepala saya lebih tenang. TERLALU tenang malahan, sampai belum ada lagi inspirasi untuk menulis atau niat untuk ngepost gambar. Mungkin sebenarnya yang membuat orang jadi niat berkarya itu justru karena adanya gejolak. Kalau hidup terlalu tenang malahan jadi tumpul hati dan pikirannya. Bener gak sih? Nggak ya? Ya udah. Okelah, kalau kepanjangan nanti jadi ngeles, jadi sebaiknya saya ngepos dulu gambar teman saya Andes ini. Gambar ini mengawali minat saya untuk menggambar wajah teman-teman saya. Sebelum ini sebenarnya juga ada, tapi gak pernah discan karena langsung dikasih orang. Yang lain nanti menyusul.