1


Hanya kata sepatah dua patah, selintas tak perlu ditanggap hati. Sungguhpun tak berarti bukan berarti tak berisi. Penting atau tidak toh terlanjur tertulis,tak salah juga sedikit dinikmati.

..

Kepada Sang Imam

Selasa, 05 Januari 2010

Seketika cahaya berpendar muram
menanda hari-hari kita
lewat di belakang kita
mengendap, menjadi ampas seperti
pekat kopi di dalam gelas

Kusadar kalau memang
mata tua bijak sang Imam
tak akan berpijar di altar kami lagi
Lagi kini debur ombak
wejanganmu tak akan terdengar pada kali nanti
hanya meninggalkan gema lembutnya
di gua-gua hati kami

Aku memakimu hey Imam
Sebab banyaknya
doamu melelehkan
bebalku. Aku
memakimu!
Aku memaki
karena aku tak
bisa menemukan
alasan membencimu!

Kalau kuhitung jumlah senyummu
dan kuperhatikan doa-doamu, sang Imam,
kusadar kalau itu kunci pembuka
ruang-ruang hati yang terpenuhi kekalutan
Jumlah penghiburan doamu dan
tangan pemberi berkat itu melebihi semua
malam yang kita lewati, kita nikmati...

Dan memang benar sudut mata ini
menyimpan segenap mimpi kami, dikau sang Imam,
pria tua yang menaikkan kami
ke kereta cita-cita kami. Dan kini
ijinkan doa harap kami memberimu sayap
untuk kepergianmu.

Kuharap sungguh ada
cukup penitensi bagi salah durhaka
kami kepadamu, hai Imam tua
maka akhirnya ini
kenangan kita melewati hari berlari
akan kugenggam hingga mati

Selamat jalan sang Imam!
Biar kelak kita bertemu kembali dalam kobaran semangat
di jalan panggilan masing-masing


SWB 30 Juli 2009
NB: sebenarnya puisi ini tidak terlalu bagus. Saya pun tidak terlalu suka, belum lagi teman-teman suka salah kaprah dan kerap menyebutnya Puisi "Imam Tua", meski judulnya bukan itu. Namun okelah karena ini juga untuk perpisahan Romo Heru SJ. Mungkin kalau ada teman-teman yang pernah mendengar saya membacakannya, ada beberapa kata yang tidak ada. Itu karena waktu tampil saya banyak melakukan improvisasi, karena menurut saya puisi ini juga nggak "bunyi". Tapi tetap saja saya bacakan sepenuh hati demi persembahan kepeda Romo Heru tercinta. Tapi kalau saya lihat lagi tetap saja saya tidak terlalu suka...

0 komentar:

Posting Komentar