1


Hanya kata sepatah dua patah, selintas tak perlu ditanggap hati. Sungguhpun tak berarti bukan berarti tak berisi. Penting atau tidak toh terlanjur tertulis,tak salah juga sedikit dinikmati.

..

Bukan Puisi Cinta

Kamis, 04 Maret 2010

Menyibak kesepian,
aku berjalan memburumu
di sepanjang mendung, Eleana.
Dalam hujan yang mulai
bertunas di udara, dalam
senyap yang bermekaran bersama
angin, aku mendambamu
dalam puisi sore hari.

Puisi lebih dari sekedar
kata-kata, sama seperti
cinta lebih dari sekadar
terluka. Kau sudah lama
hilang dalam kebisuan
di setiap pertemuan.
Namun aku, bukan pria
yang haus kata-kata meski
dalam diammu tergambar luka-lukamu

Dan sore ini bukan lagi
bagian dari waktu dalam
hidup. Kepergianmu meretakkan
rotasi waktu pada hati seorang pria:
diriku.

Dan meski sampai detik ini
terlukis gerak bulu matamu
di udara, debar dan hela
nafasmu yang tanpa suara
di telinga, aku tetap
tak berhak mengatakan kalau
ini sebuah puisi cinta.

Aku toh tak pernah memiliki
dan mendekapmu dalam
naungan kenyataan.
Hanya tirai wajahmu yang
tersingkap dalam tatap mata
kita yang saling memandang.
Hanya manis bibirmu yang
hingga sekarang cuma angan-angan.

Hanya itu yang bisa kuakui
sebagai milikku. Kau bukanlah
logika, melainkan keajaiban
tak terhingga setiap kali
aku memandang senja.


4 maret 2010
di bawah kapel SWB

0 komentar:

Posting Komentar